Tampilkan postingan dengan label Xbox. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Xbox. Tampilkan semua postingan

Simak Perbandingan Ukuran Playstation 4 Dan Xbox One

Situs Jerman PCGames.de telah memajang foto-foto yang membandingkan langsung ukuran antara Xbox Onedengan PlayStation 4. Terlihat dari foto-foto tersebut, PlayStation 4 memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan Xbox One.

Kedua benda tersebut akan bisa memainkan game-game next-gen, baik yang eksklusif maupun tidak. Xbox One memiliki game eksklusif termasuk Dead Rising 3, Killer Instinct, Forza Motorsport 5, serta Ryse: Son of Rome,sementara PlayStation 4 memiliki game eksklusif yang di antaranya adalah Knack, inFamous: Second Son, Killzone: Shadow Fall, dan DriveClub.
PlayStation 4 akan meluncur 15 November di Amerika, sementara Xbox One menyusul di tanggal 22 November 2013.

Top 10 Penjualan Game Amerika Oktober 2013


Bagaimana penjualan game bulan Oktober kemarin di Amerika? Game terlaku di Amerika ternyata masih Grand Theft Auto V, disusul oleh Pokemon X dan Pokemon Y, baru kemudian Battlefield 4, Batman: Arkham Origins,serta Assassin's Creed IV: Black Flag. Di bulan Oktober kemarin, NPD juga melaporkan bahwa Xbox 360 adalah konsol paling laku di 

Amerika yang terjual 166,000 unit.


|No.|             Judul Game                    |               Platform                   |       Publisher       |

  1.           Grand Theft Auto V                           360,PS3                          Take-Two

  2.               Pokemon X                                       3DS                               Nintendo

  3.               Pokemon Y                                        3DS                               Nintendo

  4.               Battlefield 4                                 360,PS3,PC                  Electronic Arts

  5.        Batman: Arkham Origin                   360,PS3,Wii U,PC          Warner Bros

  6.   Assasin's Creed IV:Black Flag            360,PS3,Wii U                      Ubisoft

  7.               NBA 2K14                                  360,PS3,PC                        2K Sports

  8.        Skylanders: Swap Force        Wii, 360, PS3, Wii U, 3DS          Activision

  9.     LEGO Marvel Super Heroes     360, PS3, Wii U, 3DS, PC      Warner Bros

 10.             WWE 2K14                                     360,PS3                          2K Games























Assasin's Creed IV : Black Flag

Setelah setahun sejak Ubisoft berpindah setting dari Eropa ke Amerika dengan Assassin's Creed III, mereka kembali berganti tema pada judul terbarunya, yaitu Assassin's Creed IV: Black Flag. Seperti terdengar dari judulnya, game ini memang ada hubungannya dengan bendera hitam "Black Flag". Ya, kali ini Assassin's Creedmengambil tema bajak laut yang ber-setting di abad ke-18, tepatnya pada masa keemasan bajak laut.

Tema kali ini adalah bajak laut.

Tokoh utama Assassin's Creed IV: Black Flag adalah Edward Kenway. Bagi yang tidak memainkan entri sebelumnya, Edward adalah ayah dari Haytham Kenway. Artinya, ia adalah kakek dari Connor Kenway, tokoh utama Assassin's Creed III. Black Flag mengisahkan sepak terjang Edward Kenway dari awal ia merompak di lautan sampai akhirnya menjadi seorang Master Assassin. Sepanjang game, kita akan bertemu beberapa bajak laut ternama seperti Blackbeard, Charles Vane, Calico Jack, dan lainnya.
Dilihat sekilas, meskipun bertema bajak laut, game ini tetaplah memiliki elemen-elemen yang jadi khasAssassin's Creed. Edward memiliki semua kemampuan para assassin, termasuk free running, memanjat segala macam bangunan, stealth, sampai ke berbagai cara membunuh lawan dengan berbagai macam senjata.

Mencari harta terpendam di bawah laut.

Edward adalah kapten kapal Jackdaw, sebuah kapal yang ia gunakan untuk menjelajah perairan Carribean yang cukup luas. Black Flag menawarkan petualangan di jaman bajak laut dengan mendetil, mulai dari mencari peta harta karun, menggali harta karun, serta berburu berbagai macam binatang, seperti macan, babi hutan, rusa, hingga ikan hiu dan ikan paus.

Berburu ikan hiu dan ikan paus.

Tentu saja, bukan bajak laut namanya kalau tidak bisa merompak di lautan luas. Edward bisa memeriksa kapal lainnya yang melintas perairan menggunakan teropong dan kemudian mengarahkan kapalnya untuk menyerang kapal tersebut. Ia bisa juga dengan bebas menyerang kapal apa saja, dan setelah menyerangnya, bisa dihancurkan atau membajaknya untuk mendapatkan berbagai bahan baku.
Edward juga bisa mengkustomisasi kapal laut miliknya, Jackdaw, menggunakan bahan baku yang didapatkannya. Penggemar kustomisasi akan senang dengan adanya kustomisasi penampilan ini. Kamu bisa mengubah warna layar, bentuk ornamen, dan kemudi kapal. Ditambah pula adanya kustomisasi kekuatan kapal, macam armor, persenjataan, dan sebagainya.

Bisa dikuliti untuk bahan upgrade, bisa juga membunuh Edward kalau tidak hati-hati.

Tidak hanya kapal laut saja, Edward nanti juga akan memiliki sebuah "Pirates Cove" yang bisa di-upgrade dan dihias. Fitur ini mirip dengan Villa Monteriggioni di Assassin's Creed II yang dimiliki oleh Ezio Auditore, namun tidak menghasilkan uang, sekedar untuk mempercantik lokasi saja.


Fitur yang dikunci di balik online.

Perlu dicatat bahwa Assassin's Creed IV: Black Flag memiliki satu buah fitur yang tidak bisa diakses apabila gamers tidak memiliki koneksi Internet. Fitur ini bernama "Kenway's Fleet" yang memiliki fungsinya adalah mengirimkan armada milik Edward untuk berdagang dan mendapatkan uang. Hal ini karena perhitungan waktu perjalanan kapal dihitung oleh server, dan tetap berjalan meskipun game-nya dimatikan. Sangat disayangkan mengapa ada fitur di single-player yang butuh online, padahal sebelumnya fitur ini bisa dijalankan offline.
Peta Carribean memang sangat luas. Oleh karena itu, Black Flag memilik sistem fast travel yang sangat membantu. Setiap lokasi bertanda yang sudah pernah dikunjungi akan bisa langsung dikunjungi ulang dengan memilih fitur itu. Selain itu, synchronization point pun bisa digunakan sebagai titik untuk fast travel, membuat penjelajahan pulau menjadi lebih mudah.

First-person view pada bagian dunia nyata.

Bukan Assassin's Creed namanya kalau tidak ada bagian gameplay di dunia nyata. Tapi jangan mengharapkan kehadiran Desmond Miles, karena untuk Black Flag, kamu akan berperan sebagai seorang karyawan baru Abstergo Entertainment. Juga jangan mengharapkan karaktermu terlihat, karena semua bagian dunia nyata dimainkan menggunakan first-person view. Ada beberapa collectibles di dunia nyata, ini seperti memo danhacking. Namun secara menyeluruh, bagian ini tidak begitu penting, kecuali kamu ingin mengetahui bagaimana nasib Desmond setelah kejadian di Assassin's Creed III.

Cuaca bisa berubah secara dinamis.

Assassin's Creed IV memiliki grafis yang cukup menawan, terutama ketika sedang menjelajah lautan. Cuaca pada lautan di game ini dinamis, bisa saja ketika Edward sedang bertualang, mendadak terhantam badai. Namun game ini tidak memiliki grafis yang sempurna. Masih ada saja berbagai glitch yang terjadi seperti musuh yang ada di radar tapi tidak tampil di layar, atau karakter yang mendadak menghilang.
Untuk menemani Edward bertualang di lautan, anak buahnya akan bernyanyi, persis seperti pelaut sungguhan. Bahkan lagu-lagu yang mereka nyanyikan bisa ditambah dengan cara mengumpulkan collectibles kertas musik.Voice acting pun cukup otentik dengan logat-logat bajak laut yang tidak terkesan dipaksakan.


Bisa kustomisasi karakter multiplayer.

Black Flag juga memiliki mode online multiplayer yang tidak jauh berbeda dengan Assassin's Creed sebelumnya. Ada Assassinate, Manhunt, Artifact Assault, Domination, Wanted dan Deathmatch dimana pemain bisa saling membunuh satu sama lain. Selain mode versus multiplayer, ada juga mode co-op bernama Wolfpack dimana gamers bisa bekerjasama mengumpulkan point dalam membunuh target, menjaga peti harta, dan lainnya.

Saling bunuh di multiplayer.

Jika ingin membuat sendiri aturan main, tinggal gunakan fitur Game Labs. Fitur ini mengijinkan kustomisasi aturan main seperti dilarang memakai skill tertentu, ukuran map, aturan penilaian, mematikan interface dan masih banyak lagi.
Sedikit masalah pada game ini adalah kontrol yang terkadang menyusahkan. Tidak hanya kendali kapal saja yang sulit, terutama ketika sedang perang dan dikeroyok banyak kapal lain, bahkan kendali Edward pun terkadang menyusahkan ketika sedang mencoba stealth. Terlalu banyak misi di mana Edward harus mengikuti seseorang dan menguping suatu pembicaraan, namun berujung gagal karena Edward melakukan hal yang tidak diinginkan.

Bajak laut yang bisa memanjat.

Secara garis besar, Assassin's Creed IV: Black Flag lebih terasa sebagai game bajak laut yang dimasukkan elemen Assassin's Creed daripada sebaliknya. Boleh dibilang, ini adalah game bajak laut menggunakan engine Assassin's Creed di dunia Assassin's Creed.
Memang game bajak laut ini cukup sederhana, tidak perlu membawa bahan makanan serta air yang cukup untuk menjelajah lautan, serta tidak ada berdagang, namun ini adalah simulasi bajak laut yang asyik untuk dimainkan. Merompak di lautan bukanlah keharusan, namun sebaiknya dilakukan karena semakin jauh ceritanya, maka musuh yang dihadapi oleh Jackdaw akan semakin sulit. Tanpa melakukan upgrade, rasanya tidak mungkin bisa menyelesaikan game ini.

Rating for Assasin's Creed IV: Black Flag

8.0  Gameplay


8.5  Graphic


8.5  Sound


9.0  Longevity




8.5   Overall
Awesome

Batman: Arkham Origins

Pandangan skeptis berganti jadi harapan. Kiranya itulah apa yang telah dialami Batman semenjak pertama kalinya memulai sepak terjang dalam Batman: Arkham Asylum tahun 2009 silam. Anggapan akan adaptasi video game bertema superhero yang konon kerap menuai cela, seolah langsung ditebus dengan debut judul ini. Prestasi yang demikian tentu tak lepas halnya dari andil Rocksteady Studios yang merupakan tim sukses di baliknya. Selepas keberhasilan judul pertamanya, Rocksteady pun berlanjut dengan sekuel yang dijudulinyaBatman: Arkham City. Rilis 2011 lalu, entri ini tetap mencatat sukses dan sambutan positif.
Berturut-turut memetik hasil, Warner Bros. Interactive Entertainment jelas menyadari potensi yang dimilikifranchise Batman: Arkham. Mereka pun kontan mempersiapkan satu lagi judul yang diinginkan para fans. Namun, ada yang berbeda untuk kali ini. Rocksteady resmi dinyatakan tak ambil bagian dalam pengembangan terbaru ini dan menyerahkan tangkup pembuatannya pada Warner Bros. Games Montreal (WB Montreal), tim asal Kanada yang sebelumnya pernah mengerjakan versi Wii U Arkham City. Tidak sepenuhnya berarti lepas, Rocksteady masih berperan dengan memberi masukan atas sistematis in-game-nya, meski aspek cerita telah seutuhnya berada pada tangan WB Montreal. Dengan tim baru, seperti apakah jadinya persembahan baru yang dinamai Batman: Arkham Origins ini?
Berbeda dari dua judul lalu, Arkham Origins berkisah dengan latar kejadian yang punya peranan sebuah prekuel. Apabila para penyuka komik sempat membaca Batman: Year One sebagai cerita yang mengenalkan masa-masa permulaan Batman berkiprah, setting waktu yang mirip pun tampak digunakan WB Montreal dengan game ini. Lima tahun sebelum Arkham Asylum, Bruce Wayne digambarkan masih seorang Batman muda yang belum terasah dan tanpa pengalaman. Keberadaannya di Gotham bahkan belum dipandang baik oleh James Gordon (yang masih berpangkat Captain) dan GCPD (Gotham City Police Department). Seiring ceritanya, Arkham Originsakan memperlihatkan ‘perkenalan’ Batman dengan tokoh-tokoh ikonik yang kelak menjadi musuh bebuyutannya, dimana esensi ini tentunya merupakan salah satu daya tarik tersendiri di mata para pecinta sang Dark Knight.
Cerita Arkham Origins dibuka dengan sebuah kekacauan yang melanda Blackgate Prison pada malam Natal. Batman, yang tak tinggal diam melihatnya, datang dan mendapati aksi itu didalangi seorang gembong kriminal berjuluk Black Mask. Sang penjahat ternyata sudah merencanakan suatu perburuan berhadiah atas Batman. Barangsiapa dapat menghabisinya pada malam ini, maka ia akan memenangkan uang hadiah senilai $50 juta. Alhasil, para assassin handal pun berkumpul demi memperebutkan imbalan yang dijanjikan.
Tak diragukan, gameplay adalah aspek yang membuat seri Batman: Arkham begitu dicintai para gamer. Dengan standar yang ditorehkan kedua pendahulunya, membuat ekspektasi akan Arkham Origins tetaplah satu yang terhitung tinggi. Namun, pergantian tim seolah memang menanamkan pandangan skeptis terhadap WB Montreal selaku eksekutor barunya. Dengan pertimbangan yang demikian, maka bukan sesuatu yang mengherankan apabila ternyata Arkham Origins benar-benar mencoba untuk tetap mempertahankan sejumlah formula yang membuat gameplay-nya besar. Bahkan, memang dapat dikatakan identik menyoal sistemnya secara garis besar, tanpa improvisasi yang terlalu berarti. Sesuatu yang tidaklah sepositif waktu transisi Arkham City dari Arkham Asylum.
Meski seperti itu adanya, hal tersebut pun tampak tidak mengubah game ini sendiri sebagai sesuatu yang tetap menyenangkan dari sisi gameplay. Arkham Origins pada hakekatnya masihlah sebuah pengalaman menjadi Batman yang otentik dalam format game. Dan konteks sedemikian rupa tentu tak lepas dari sistem Freeflow Combat yang kembali di sini. Porsi combat yang menggambarkan penguasaan bela diri Bruce Wayne, dirancang dengan feel yang dinamis secara pergerakan dan tombol yang terbilang simpel. Mudah dilakukan, namun juga tidak berarti sepenuhnya mudah dikuasai lantaran lawan yang kerap menyerang secara berkelompok. Ditambah lagi, counter kali ini terasa agak lebih membutuhkan ketepatan timing dibanding sebelumnya. Sebagai tambahan baru, Batman kini mampu melakukan serangan combo dengan Shock Gloves di samping dari sejumlah gadgetlain yang masih dapat dimanfaatkan untuk melumpuhkan lawan.

Setting bernuansa open-world yang luas seperti dalam Arkham City, pun tetap disajikan untuk mendukung sisi eksplorasi pada game ini. Kota Gotham yang dibagi ke dalam beberapa distrik dapat Batman jelajahi untuk menemukan pelosok-pelosok lokasi yang menjadi objectives, dengan menyertakan kembali banyaknya misi sampingan dan sejumlah hal opsional lain yang juga dapat diselesaikan. Dengan menyelesaikannya, gamers akan memperoleh experience points yang dibutuhkan untuk melakukan upgrade berbagai kemampuan dangadget milik Batman. Gadget sebagian besar di antaranya masih sama seperti apa yang ada sebelumnya.
Untuk membantu eksplorasi pada lokasi-lokasi kali ini, Arkham Origins bahkan memfasilitasi fast travel dengan Batwing sebagai salah satu fitur baru yang diperkenalkan. Tidak hanya mempersingkat waktu, tapi juga menjadikan akses menuju objective lebih mudah dilakukan mengingat luasnya setting ini. Di samping itu, judul ini turut menyertakan Batcave sebagai hub yang dapat dikunjungi untuk mengakses beberapa hal, seperti mengganti kostum dan melakukan sesi training.
Lebih dari sistem pertarungan dan serangkai gadget yang mendukung, aksi Arkham Origins pun masih tak lepas dari paduan dua komponen lain yang ikut mempopulerkan seri ini. Predator Mode kembali memasukkan elemenstealth dimana Batman ditempatkan pada situasi untuk melumpuhkan lawan-lawan yang tersebar dalam suatu ruangan. Seperti sebelumnya, Batman dapat menganalisa situasi dengan menggunakan Detective Mode dan memanfaatkan patung-patung gargoyle (Vantage Points) yang ada di atas ruangan untuk memberi keuntungan secara taktis. Sementara itu, kemampuan Batman sebagai “World’s Greatest Detective” pun ada kalanya akan kembali diuji untuk memecahkan misteri suatu kasus. Pada segmen ini, Batman dapat menganalisa suatu tempat kejadian perkara (TKP) dan menggunakan Detective Mode untuk menemukan petunjuk yang ada. Batman bahkan dapat memproyeksikan suatu rekonstruksi kejadian untuk mendalami kejadiannya lebih jauh. Komposisigameplay yang tetap menarik sebagai variasi, namun sedikit mengecewakan oleh karena porsi yang terhitung minim dan kurang cukup dipotensikan dengan baik, mengingat porsinya yang seolah terkesan hanya sekedar diadakan.
Melengkapi pengembangan kali ini, Arkham Origins turut mengemas boss battle yang memukau. Beberapa pun cukup mengesankan seperti pada saat ketangkasan Batman diuji menghadapi Deathstroke dan Firefly sebagai momen-momen keren di antaranya. Sayangnya, tidak semua boss telah dikemas dengan intens, mengingat tidak semua assassin menjadi boss battle dengan bobot pertarungan yang sepadan.
Seperti halnya gameplay, aspek grafis pun tampak mereplikasi kembali visualnya pada tampilan teknis Unreal Engine 3 yang menyerupai dua pengembangan terdahulu. Bisa dikatakan demikian lantaran visualisasi yang secara garis besar memang identik, dengan perbedaan yang sebatas terletak pada bagian desain. Untuk menampilkan Batman pada masa-masa awalnya ini, WB Montreal seolah mendapat pengaruh armor berkesan realistis seperti dalam The Dark Knight Trilogy, yang mana dirasakan cukup berbeda dari desain pada dua game sebelumnya. Selebihnya, karakter-karakter dan setting tetap dipresentasikan dengan cukup baik dan mendetil. Sama dengan Arkham Asylum dan Arkham City, desain kostum Batman pun masih akan menampilkan damageseiring progress game-nya. Sementara secara teknisnya, VGI (pribadi) tidak menemukan secara langsung bugdan glitch seperti yang dikeluhkan sebagian komunitasnya, meski permasalahan framerate sesekalinya memang didapati.

Di samping desain karakter yang disesuaikan menurut konsep latarnya, perlakuan yang sama halnya ikut diterapkan untuk kualitas voice acting yang diusungnya. Tak lagi menampilkan duet Batman dan Joker yang disuarakan oleh Kevin Conroy dan Mark Hamill, Arkham Origins menonjolkan voice acting-nya dengan dua nama pengisi suara kawakan, yakni Roger Craig Smith dan Troy Baker, di samping dari hadirnya nama-nama lain yang juga handal dalam menjalankan perannya masing-masing. Sementara dari segi musik, nada-nada orkestral yang memberi kesan epik masih terdengar menghidupkan suasana in-game-nya, dan tidak ketinggalan musik yang mendukung pembawaan nuansa Natal sebagai salah satu detil latarnya.
Menyelesaikan Arkham Origins sekedar pada skenario utamanya memang tidak akan memakan waktu terlalu lama. Sama dengan Arkham City yang lalu, judul ini juga menawarkan durasi lebih lama dengan melakukan tugas-tugas bersifat opsional. Apalagi, terdapat tokoh-tokoh villain yang hanya dapat Batman temui setelah menyelesaikan suatu kondisi tertentu. Di samping adanya fitur collectibles dan misi-misi yang opsional, Challenges masih tersedia untuk menguji ketangguhan gamers sebagai Batman, berikut adanya mode tambahan berupa New Game Plus yang akan terbuka setelah menuntaskan skenario utama, dan diikuti dengan mode I am the Night yang akan menyusul untuk terbuka setelah itu. Pada New Game Plus, skenario utama akan dapat dimainkan dengan progress atribut yang telah diperoleh dan tingkat kesulitan yang lebih menantang. Sementara itu, I am the Night akan menantang gamers untuk menyelesaikannya tanpa gagal sekalipun.
Dan yang baru dalam Arkham Origins juga terletak pada tambahan berupa multiplayer yang kali ini muncul padafranchise-nya. Untuk pertama kalinya, sebanyak delapan pemain akan dipertemukan dalam sebuah mode bersifat kompetitif yang dirancang oleh developer Splash Damage. Dinamakan Invisible Predator Mode, mode ini menampilkan latar perseteruan kubu Bane dan Joker dengan enam pemain yang dibagi dalam keduanya. Namun, di samping kedua tim yang akan berebut kekuasaan, dua pemain lain akan berperan sebagai Batman dan Robin untuk menghalangi para penjahat. Selain itu, ada kalanya pula Bane dan Joker menjadi playable pada sesi ini. Seperti kebanyakan multiplayer saat ini, komponen inipun turut menghadirkan kustomisasi di dalamnya.

Ratings for Batman: Arkham Origins


8.0  Gameplay


8.0  Graphic


8.5  Sound


8.5  Longevity



8.5 Overall
  good